LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA
PERCOBAAN MELDE
PENYUSUN:
MILKHA KHUSNA
XII IPA 1/ 17
SMA N 1 KOTA MUNGKID
2014/2015
KATA
PENGANTAR
Dengan
memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat menyelesaikan
tugas pembuatan laporan yang berjudul “Percobaan
Melde ” dengan lancar.
Dalam
pembuatan laporan ini, penulis mendapat
bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : Drs. Ardani selaku
guru pengampu mata pelajaran fisika, yang telah memberikan kesempatan dan memberi
fasilitas sehingga makalah ini dapat selesai dengan lancer, orangtua dirumah yang telah memberikan bantuan materil
maupun do’anya, sehingga pembuatan makalah ini dapat terselesaikan, serta semua
pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang membantu pembuatan
makalah ini.
Akhir
kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis
pada khususnya. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini
masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang
bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis
sampaikan terimakasih.
Penulis
PERCOBAAN MELDE
A.
TUJUAN
1.
Menunjukkan gelombang
transversal stasioner
2.
Menentukan cepat rambat gelombang
dalam kawat / benang
B.
ALAT DAN BAHAN
1.
Vibrator (Penggetar)
2.
Sumber tegangan
3.
Kawat halus/benang
4.
Beban Gantung
C.
DASAR TEORI
Hukum
Melde adalah hukum yang mempelajari tentang besar-besaran yang mempegaruhi
cepat rambat gelombnag tranversal pada tali.
Melde menemukan bahwa cepat rambat
gelombang pada dawai sebanding dengan akar gaya tegangan tali da berbanding terbalik dengan
kar massa persatuan panjang dawai. Percobaan Melde digunakan untuk menyelidiki
cepat rambat gelombang tranversal dalam dawai
Gelombang
adalah bentuk dari getara yang merambat pada suatu medium . Pada gelombang yang
merambat adalah gelombangnya, bukan zat medium perantaranya. Suatu gelombang
dapat dilihat panjangnya, bukan zat medium perantaranya. Suatu gelombang dapat
dilihat panjangnya dengan menghitung jarak antara lembah dan bukit (gelombang
tranversal) atau menghitung jarak antara satu rapatan dengan satu renggangan
(gelombang logitudinal). Cepat rambat gelombang dengan adalah jarak yang
ditempuh oleh gelombang dalam satu detik
Jenis-jenis gelombang
1. Gelombang Transversal
Gelombang yang arah rambatnya tegak lurus dengan arah
rambatannya
2. Gelombang Longitudinal
Gelombang yang merambat dalam arah yang berhimpitan dengan
arah getaran pada tiap bagian yang ada
Gelombang adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan
mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi
elektromagnetik, dan mungkin radiasi gravitasional, yang bisa berjalan lewat vakum, gelombang juga terdapat
pada medium (yang karena perubahan bentuk dapat menghasilkan gaya memulihkan yang lentur) di mana mereka dapat berjalan
dan dapat memindahkan energi dari satu tempat kepada lain tanpa mengakibatkan partikel medium
berpindah secara permanen, yaitu tidak ada perpindahan secara masal. Malahan,
setiap titik khusus berosilasi di sekitar satu posisi tertentu.
Macam gelombang
1.
Menurut arah getarnya :
- Gelombang
transversal adalah gelombang yang arah getarnya tegak lurus terhadap arah
rambatannya. Contoh: gelombang pada tali , gelombang permukaan air, gelombang
cahaya, dll.
- Gelombang
longitudinal adalah gelombang yang arah getarnya sejajar atau berimpit dengan
arah rambatannya. Contoh: gelombang bunyi dan gelombang pada pegas.
2.
Menurut amplitudo dan fasenya :
- Gelombang
berjalan adalah gelombang yang amplitudo dan fasenya sama di setiap titik yang
dilalui gelombng.
- Gelombang diam
(stasioner) adalah gelombang yang amplitudo dan fasenya berubah (tidak sama) di
setiap titik yang dilalui gelombang.
3.
Menurut medium perantaranya :
- Gelombang mekanik adalah gelombang yang didalam
perambatannya memerlukan medium perantara. Hampir semua gelombang merupakan
gelombang mekanik.
- Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang didalam perambatannya tidak
memerlukan medium perantara. Contoh : sinar gamma (γ), sinar X, sinar ultra violet, cahaya tampak, infra
merah, gelombang radar, gelombang TV, gelombang radio.
D.
CARA KERJA
1.
Merangkai seutas tali dengan sebuah
ujung terikat pada vibrator dan ujung lainnya melalui katrol dengan beban
tergantung seperti gambar.
2.
Menghidupkan vibrator dengan
tegangan input 6 volt.
3.
Mengatur panjang benanga AB dengan
mengatur posisi vibrator sehingga pada benang terbentuk gelombang stationer.
4.
Mengukur 2 simpul berurutan (S1-S2)
jarak ini merupakan
panjang gelombang.
5.
Mengukur cepat rambat gelombang
dalam kawat / benang
6.
Mengulangi percobaan diatas dengan mengubah beban.
E.
Tabel Hasil Pengamatan
No
|
Panjang
Tali
|
Massa
Beban
|
Frekuensi
|
Panjang
gelombang
|
V
: lamda x f
|
1.
|
2 m
|
10 gram
|
50 Hz
|
80 cm
|
40 m/s
|
2.
|
2 m
|
20 gram
|
50 Hz
|
100 cm
|
50 m/s
|
3.
|
2 m
|
50 gram
|
50 Hz
|
200 cm
|
100 m/s
|
F.
Analisis Data
Letak simpul dan perut
Simpul
terletak pada pertemuan antara lembah dengan bukit / satu perut dengan perut
yang lain
Letak
perut adalah terletak diantara satu simpul dengan satu simpul yang lain nama
lain dar peut adalah lembah atau bukit.
Dari
data diatas, didapat bahwa besar kecepata gelombag tranversal pada
kawat/benang/tali berbanding lurus dengan berat beban gantung. Jadi, semakin
besar massa beban gantung, maka semakin besar pula kecepatan gelombang
Sesuai
dengan rumus :
G.
Pembahasan
1. Getaran
vibrator yang dihubungkan ke sumber tegangan AC mampu membentuk gelombang
stasioner melalui jarak A dan K
2. Membuktikan
kebenaran dari teori jika ujung tali digetarkan akan terjadi gelombang
transversal yang akan merambat ke ujung yang lain. (A ke K)
3. Disebabkan
karena gelombang dipantulkan pada katrol K maka gelombang tersebut akan
dipantulkan kembali ke arah A dan menyebabkan gelombang stasioner
H.
Kesimpulan dan Saran
Dari percobaan Melde ini dapat kami simpukan :
1.
Jika seutas tali digetarkan secara
terus menerus, maka akan menimbulkan gelombang transversal pada tali. Jika kedua
ujung tali tertutup,maka akan bersifat stasioner atau diam.
2.
Semakin besar tegangan tali (F), maka
semakin besar pula cepat rambat gelombang( v). cepat rambat gelombang
berbanding lurus dengan akar kuadrat tegangan
tali (F).
3.
Cepat rambat gelombang dapat
ditentukan dengan rumus:
V = Lamda X f
Dari
percobaan ini kami menyarankan :
1.
Dalam melakukan pengukuran panjang
gelombang yang tepat, harus dilakukan dalam keadaan yang tenang sehingga
gelombang yang terbentuk tidak hilang sesaat.
2.
Untuk mendapatkan hasil perbandingan
cepat rambat gelombang dengan tepat, maka frekuensi sebaiknya diukurlebih
dahulu.
3.
Untuk mendapatkan data pengukuran
yang tepat sebaiknya percobaan dilakukan lebih dai satu orang agar data yang
diperoleh lebih akurat.